Ini saat aku mengikuti senam pada sanggar yang cukup terkenal di kota
Solo, memang hobi ku senam karena biar bugar yang kedua memang ingin
melihat tante tante yang juga ikut senam. Aku senang melihat body
bodynya tante saat senam dan pada awalnya setelah selesai senam aku
langsung tancap gas dan pulang.
Langsung saja waktu sudah menunjukan pukul 17.00 WIB saat senam aku
merasa lapar, kusempatkan untuk berhenti dan mampir di warung dekat
sanggar senam, disana memang banyak tante tante yang sedang sibuk gosip
dan tertawa tawa lepas. Sambil minum aku merasa ada sepasang mata
melihatku dengan serius dan kucoba menoleh dia tersenyum. Kutaksir
umurnya 32 tahun tetapi badannya masih sip. Kubuang pandang mataku
menjauhi untuk menghindari tatapan matanya tapi tak lama kemudian aku
dibuat terkejut oleh suaranya yang sudah berada didekatku.
" Sendirian ya,……… Boleh aku duduk disini," pintanya sambil meletakkan
pantatnya dikuris depanku, sehingga dia sekarang jelas berada
dihadapanku. Dia memperkenalkan diri dengan nama Ningrum dan aku
menyambut dengan memberikan namaku Firman. Saat dia ngobrol kuperhatikan
bodynya cukup bagus, dadanya kutaksir nomor 36C besar dan padat,
pinggangnya ramping. Perkenalan awal ini akhirnya aku dan Ningrum
menjadi lebih akrab. Suatu ketika saat aku pulang senam kulihat Ningrum
sendiri, dengan baik hati aku menwarkan dia untuk aku antar ketujuannya
dan dia tidak menolak.
Didalam mobil sesekali mataku mencuri pandang kearah dadanya, kali ini
Ningrum memakai kaos dengan leher rendah dan ketat sehingga nampak jelas
garis Bhnya. Tanpa terasa dia juga melihat ekor mataku dan berkata; anak kos yang nikmat
"Hayo Man,… kamu lihat apa barusan,…. Kalo nyetir yang bagus dong jangan
lihat samping ntar kalo nabrak bagaimana," tanyanya pura-pura marah.
"Ah,…. Nggak ada cuman lihat aja kog," jawabku bingung sambil menggaruk kepala yang tidak gatal tanda aku manyun.
"Ah,…. Sudahlah,.. toh sama juga khan dengan punya istrimu dirumah,"
timpalnya sambil tersenyum. Aku jadi salah tingkah saat pertama kali
berkenalan kami memang sama-sama mengaku jujur tentang kondisi
masing-masing. Kendaraan memasuki halaman yang cukup luas dengan taman
yang cukup bagus,………" Masuk dulu man,… aku ada perlu pengin
cerita-cerita ama kamu," pintanya. Tanpa persetujuan lagi aku memasuki
ruang tamunya. Tak lama kemudian Ningrum keluar dengan memakai rok mini
dan kaos tanpa lengan. Pandanganku jadi kacau melihatnya, dari sela
ketiaknya kulihat jelas BH nya hitam dengan daging yang menyembul indah.
"Lho,… Kog sepi nih, mana keluargamu yang lain,……" tanyaku menyelidik.
"Anakku masih sekolah sedangkan suamiku sudah 4 hari ini tidak pulang,
biasa bisnis," jawabnya. Sambil kulihat tangannya mengutak-atik remote
televisi.
"Nah terus kegiatanmu apa kalo lagi sepi begini,………" tanyaku lagi.
Sambil sesekali mataku kuarakhan pada pahanya yang mulus terlihat
dibalik rok mininya.
"Yach biasanya sih abis senam aku kumpul-kumpul ama beberapa ibu-ibu dan
dilanjutkan dengan santai-santai, belanja atau putar Video,…… e,…..e,….
Yah tahu sendiri lah,…" senyumnya menggoda. Gaya duduk Ningrum berubah
ubah sehingga aku semakin bebas mengarahkan mataku pada pahanya yang
terkadang menyembul banyak disela rok mininya. Timbul niat isengku untuk
menggodanya lebih jauh,….. "Video apaan sih,…", tanyaku pura-pura
bodoh. Lama Ningrum terdiam dan akhirnya dia mengarahkan tangannya pada
televisi dan tak lama kulihat Firmangan yang cukup mendebarkan yaitu
seorang lelaki hitam dengan penis yang lumayan besar sedang dikulum oleh
perempuan kulit putih. Kontras sekali nampaknya, aku terkejut sambil
memandang Ningrum, dia tersenyum aku jadi salah tingkah. Akhirnya
televisinya dimatikan.
"Yah itulah yang sering kami tonton bersama Firman,…. Kami puas setelah
menonton terus rumpi sama-sama, kebetulan hari ini mereka ada acara dan
aku tidak sehingga aku sendirian saat ini,' ceritanya pasrah. "Nonton
aja apa enaknya ?,… tanyaku menggoda padahal penisku sendiri sudah mulai
tegak berdiri. "Mending aku bantuin lho kalo begini," pintaku sambil
senyum, Ningrum ikut senyum dan menimpali,….."ah,…. Firman paling-paling
kamu juga takut,… cuman omong aja,…. Mancing ya,……," dia
menimpali,……….Aku merasa tertantang dengan omongannya langsung
kujawab,…."Nggak kog bener deh coba aja nyalain televisinya,……"Terus
ngapain,…Berani beneran kamu" tantangnya tak kalah ngotot,……"He em,….
Lihat aja,… aku udah tadi kog geregetan lihat kamu," balasku menantang,…
kulihat wajahnya memerah dan tanpa menunggu waktu lagi tangan Ningrum
memijit tombol remote dan kulihat kembali bagaimana ganasnya cewek
menghisap kemaluan sicowok. Ningrum menggeser duduknya mendekatiku dan
dia berbisik.
"Firman terus terang aku sama teman-teman sudah lama memperhatikan
dirimu ,….," belum sempat dia meneruskan aku sudah menyorongkan mulutku
padanya, diluar dugaan dia langsung membalas dengan ganas dan buas.
Hampir aku tidak bisa bernafas dan dengan sigap tanganku menjelajah
seluruh tubuhnya. Tiba pada gumpalan daging yang mulai tadi kulirik kini
sudah berada digenggamanku. Dengan lembut kuelus dan kuremas, Ningrum
menggelinjang. Karena kursi yang kududuki sempit aku mencoba menggeser
Ningrum pada tempat yang lebih lapang yaitu di karpet bawah.
Dengan perlahan tanganku mulai masuk pada gading susunya lewat celah
ketiaknya. Kenyal sekali, kuucek terus sampai kurasakan pentil Ningrum
mulai mengeras sementara mulutku masih dikuasai oleh lidahnya yang
panas. Kutarik mulutku dan kuangkat kaos Ningrum lewat kepalanya
sehingga kini Ningrum tinggal hanya BH dan rok mininya. Aku melihat tak
berkedip betapa besar dan indahnya susu Ningrum walaupun sudah beranak
tiga. Dengan cepat kutarik susu itu keluar dari Bhnya. Perlahan mulutku
mendarat mulus pada lingkaran coklat kehitaman ditengah susunya. Kuhisap
pentil Ningrum yang mengeras dan besar. Dia mengerang tak karuan arti.
Kuteruskan sambil tanganku mengusap seluruh tubuhnya. Aku menindih
Ningrum perlahan, kurasakan penisku yang mulai membesar menatap perut
Ningrum dan Ningrum menarik diri keatas sehingga penisku mengarah tepat
diselangkangannya. Tangan kiriku memeluk lehernya mulutku kearah susu
kiri dan kanan sementara tangan kananku menjelajah tubuhnya.
Kini tangan kiriku berpindah disusunya dan mulutku menciumi perut dan
pusarnya sementara tangan kananku kini pada tempat yang tadi ditindih
penisku yaitu memeknya. Ningrum terkejut dan "Ennnggggghhhhhhh
,….zzzzzzzzzzz",…..dan suara itu tak beda dengan suara televisi yang
kulirik semakin hot saja, tanganku tambah berani saja, kusibakkan rok
mininya dan kuelus memeknya. Tanganku tak sabar dengan cepat kumasukkan
tanganku pada CD nya dan kurasakan betapa lebat rambut memeknya.
Basah dan becak semakin terasa saat lubang memeknya tersentuk jari
tengahku. Kuucek perlahan Ningrum semakin tak karuan tingkahnya dan
jariku yang lain mempermainkan klentitnya. Aku tak bebas kutarik semua
yang melekat didaerah pahanya yaitu rok dan cdnya, Ningrum hanya
terpejam merasakan seluruh gerakanku. Kuperhatikan sekarang seorang
perempuan telanjang bulat dengan susu yang besar serta rambut kemaluan
lebat dan klentit yang cukup panjang keluar agak kaku. Tanganku terus
mengucek lubang kemaluan Ningrum dan kudengar lenguhan tak karuan saat
dua jariku masuk ke lubangnya.
Aku terkejut tiba-tiba Ningrum bangun dan menarik tanganku menjauh dari
lubang kemaluannya,… dengan mendesah Ningrum menarik kancing bajuku dan
menurunkan retsleting celanaku hingga terlepas dan kini aku tinggal
memakai CD saja. Ningrum menelusuri tubuhku dengan mulut mungilnya. Kini
aku yang merasakan gejolak nafsu yang luar biasa, kurasakan tangan
Ningrum mengelus penisku dari luar CD ku. Mulut Ningrum semakin tak
karuan arahnya leher, dada, pinggangku digigit kecil dan perutku juga
tak luput dari ciumannya aku didorong sehingga posisku terlentang saat
ini, tangaku hanya bisa menggapai kepala Ningrum yang kini berada
diperutku. Kurasakan tangan mungil mulai meremas-remas keras penisku dan
penisku semakin kaku saja.
Kuperhatikan wajah Ningrum terkejut saat tanganya mulai masuk CD dan
memegang penisku. Cepat-cepat disibaknya semua penghalang penisku dan
kini dia nampak jelas bagaimana penisku meradang. Kepala penisku memerah
dan tangan Ningrum tak sanggup menutup semua bagian penisku.
Diremas-remas dengan gemas penisku dan memandangku mesra,…. Aku
mengikuti matanya dan mengangguk. Ningrum mengerti anggukanku dan dengan
perlahan mulut Ningrum disorongkan pada kepala penisku. Aku merasa
hangat saat mulut kecil itu mendarap pada penisku. Ningrum mulai
menggila dengan menghisap dan menjilat seluruh bagian penisku. Aku
merasakan penisku berdenyut keras menahan hisapan kuat mulut
Ningrum,…….."ahhhhhhh,…zzzzzzzzzt,.."
Ningrum semakin menjadi mendengar eranganku,seluruh tubuhku terasa
melayang merasakan panasnya lidah yang menjilat dan mulut mungil yang
menghisap, dan kuperhatikan kepala Ningrum naik turun dengan mulut
penuh. Tangan Ningrum juga tidak tinggal diam kuperhatikan tangan
kirinya sibuk meggosok memeknya sendiri dan tangan kanannya memegang
penisku dan mengocoknya sementara mulutnya tetap aktif menghisap dan
terus menghisap.
Ningrum kini mulai menjauhkan mulutnya pada penisku dan tak seberapa
lama dia duduk sambil menuntun penisku diarahkan pada memeknya, rupanya
Ningrum juga tidak sabar ini terbukti dengan dipaksakan dengan keras
memeknya untuk tertusuk penisku dan kurasakan penisku hangat saat
menembus lubang memek Ningrum. Kusaksikan wajah Ningrum meringis menahan
laju penisku di memeknya, dia tidak bergerak menyesuaiakan diri dengan
penisku.
Aku merasakan penisku berdenyut seperti dipijat, Ningrum perlahan mulai
menggoyangkan pantatnya naik turun sambil rambutnya tergerai dan kulihat
susu Ningrum bergerak dan brgoyang indah, cepat-cepat kuremas dan
kuusap-usak susu besar itu dan tak seberapa lama kusaksikan Ningrum
mengejang dengan memelukku erat dan kurasakan ada kuku yang menancap
dipunggungku,…… "ssssssssszzzzttttt,…eeeennnnnggggghhhhhh.,….
Aku nggak tahan mannn,….. lenguhnya,….. aku menjadi giat menggoyang
penisku menusuk-nusuk memeknya yang semakin basah, suara kecipak memek
Ningrum saat kutusuk membuatku semakin bergairah dan,….. aku memegang
pinggang Ningrum untuk mengarahkan semua penisku pada lubangnya, aku
mulai merasakan penisku panas dan mau keluar,…. Akhirnya,….
Baca juga Anak kos yang nikmat
"Ningrum,…… aku mulai nggak tahan nih,… mau
keluar,………..ahhhhhhhzzzzzzzzz," sambil terus kugoyang pantatku berputar
dan meremas pinggulnya yang berisi,.. Ningrum semakin menjadi ,.. dan,….
Creeeeeet,… creeetttt,….creeeeeetttt,… bersamaan dengan keluarnya
spermaku aku merasakan ketegangan yang luar biasa bahkan lebih hebat
dari yang tadi,… kaki Ningrum kaku dan melingakar pada kakiku dan
erangannya semakin keras dan binal. Pagutan tangannya kurasakan sampai
aku hampir tak bernafas,……………… Kami berdua puas dan sama-sama kelelahan.
Sejak saat itu sampai sekarang aku masih sering melakukan hubungan sex
dengan Ningrum, bahkan secara sembunyi-sembunyi aku sempat merasakan
memek lain milik sahabat Ningrum, karena Ningrum pernah berkata bahwa
dia tidak suka melihat aku melayani teman-temannya, dan bahkan ada
beberapa ibu-ibu yang tetap jadi tumpuhan penisku. Bahkan berkat
informasi dari mereka-mereka kini aku biasa melakukan hubungan sex
dengan mereka yang kesepian. Aku minta maaf, jika Ningrum sempat membaca
ini, bukan maksudku untuk membuka rahasia, tapi aku ingin membagi
cerita dengan yang lain. Untuk pembaca nanti akan kutulis lagi
pengalamanku dengan sahabat Ningrum.
Tamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar